Friday, December 17, 2010

Tentara Kita...

Beberapa waktu yang lalu Modernisator suatu organisasi nirlba yang dibentuk oleh Dino Pati Djalal, Marco Kusumawijaya dll, memberikan award kepada Jenderal (Purn) Endriatno Sutarto, mantan Panglima TNI sebagai Pahlawan masa kini atas jasanya dalam mereformasi Tentara Nasional Indonesia. Memang reformasi TNI dianggap selangkah lebih maju daripada reformasi yang dilakukan oleh Birokrasi ataupun Partai Politik. TNI semenjak Pemilu 2004 sudah hilang dari pentas politik praktis dengan tidak adanya lagi fraksi TNI di DPR/MPR. Usaha berikutnya adalah mempreteli bisnis-bisnis tentara. Usaha-usaha dilakukan untuk mengembalikan fungsi tentara yang sebenarnya yaitu tentara yang profesional, diberi hak memegang senjata untuk menjaga kedaulatan negara Kesatuan Republik Indonesia. Apakah reformasi tentara yang dilakukan telah menyentuh individu-individu (personal) karena berbicara masalah profesionalisme fokusnya adalah person jadi tidak sebatas perubahan sistem dan institusi.

Apa yang dialami penulis kemarin cermin dari profesionalisme tentara belum menyentuh pada person. Ceritanya begini ketika penulis menggunakan busway (fasilitas publik) dari Shelter Matraman 2-PuloGadung dalam perjalanan busway (setelah underpass Pasr Pramuka) ketika mau memasuki jalur busway (beseparator) ada sebuah mobil Nissan Terano yang berusha masuk pada jalur busway, malang tak dapat ditolak akhirnya bagian depan armada busway menyerempet Nissan Terrano yang ternyata dikemudikan oleh seorang tentara berpakaian seragam TNI lengkap. Tentara yang dimaksud (kalo para pimpinan TNi sering disebut "oknum") kemudian turun ngomel-ngomel didepan busway, kemudian dia mempersilakan busway untuk melanjutkan perjalanan. Ternyata tidak sampai disitu setelah Halte Busway Utan Kayu tentara yang dimaksud kembali memalang jalur busway dengan mobilnya dan meminta supir untuk turun dari busway, untuk beberapa saat perjalanan busway terganggu.

Apa yang ingin penulis katakan adalah bahwa keistimewaan-keistimewaan tentara dalam menggunakan fasilitas negara yang dimiliki saat Orde Baru rupanya masih berlanjut sampai sekarang. Buat apa sang oknum tentara itu memaksa masuk ke jalur busway ko sekarang presiden belum mengumumkan bahwa negara dalam kondisi perang. Kemudian mobil yang digunakannyanya pun adalah mobil pribadi, berarti si oknum bukan dalam keadaan menjalankan tugas negara.Cara-cara preman yang dilakukan sang oknum sangat mengganggu kepentingan orang banyak.
Profesionalisme tentara yang kita harapkan adalah:
  1. Tentara yang ditakuti musuh bukan tentara yang ditakuti masyarakat
  2. Tentra yang bisa menghormati kepentingan publik
  3. Tentara yang tunduk pada aturan dan kebijakan yang diatur oleh orang-orang sipil
  4. Tentara yang menghindari cara-cara preman

No comments:

Post a Comment